Sabtu, 15 Juli 2017

Beli online dari luar negeri

Assalamualaikum Wr Wb.
Saya ingin membagi pengalaman beli barang secara online. Saya sendiri sangat jarang beli barang secara online. Alasannya sederhana yaitu takut tertipu, tidak sesuai harapan dan takut rusak diperjalanan. Namun bulan kemarin saya kepingin punya tas baru untuk laptop 15,6 inch saya. Karena tas lama saya bukan untuk bawa laptop dan tas laptop yang ada hanya untuk 14 inch, maka saya putuskan untuk membeli tas baru I have decided it.. saya buka online shop untuk reverensi saya beli tas (model apa, merk apa ..dll). Niat awalnya sih cuma untuk cuci mata, namun ketika lihat salah satu tas yang menawarkan ongkir gratis dan bayar ditempat. Karena merk tas tersebut sudah terkenal dan yang menjualnya merupakan produsen dari tas tersebut (sudah terpercaya, meskipun barang tersebut katanya diimpor langsung dari Guangzhou China). Maka saya putuskan untuk membelinya. saya pikir tak apalah klw tak sampai toh saya tidak harus bayar terlebih dahulu.. Namun setelah masuk ke proses pembayaran, lokasi domisili saya Pagaralam tidak bisa melakukan COD (cash on delivery), maka saya meminta saran kepada ortu (duit hahaha). Selain itu saya juga mencari promo dari online shop tersebut, setelah mendapatkan kode promo saya langsung melakukan pemesanan (lumayan sudah gratis ongkir ada promonya lagi). Setelah pemesanan itu saya melakukan proses pembayaran melalui transfer atm. Langsung saya mendapatkan e-mail bahwa pesanan sudah diterima oleh penjual.. hari demi hari berlalu.... saya melakukan pemesanan tanggal 21 Juni... kabar tas yang sudah saya bayar tidak saya dapatkan...kemarin saya menghubungi online shop tsb dan mendapat info bahwa tas saya masih dalam perjalanan dari China ke Indonesia.. Namun sore ini tgl 15 Juli tas saya sudah saya terima tanpa cacat alhamudulillah... saya sangat puas belanja online kali ini... saya sangat merekomendasikan untuk membeli barang terhadap toko-toko online yang sudah terpercaya dan kalau bisa membeli dari produsen barang tersebut lebih baik dan aman..
Demikianlah pengalaman saya.. bagaimana dengan Anda?
Wassalamualaikum Wr.Wb

Sabtu, 14 November 2009

Perolehan Tertinggi di ICYS ke-16 diraih oleh Tim Indonesia

Image

(28/04/09) Untuk pertama kalinya dalam sejarah Indonesia mengikuti International Conference of Young Scientists (ICYS) sejak 2005, perolehan tertinggi diraih oleh Tim Indonesia, dengan tidak hanya merebut jumlah medali emas terbanyak, bahkan juga jumlah seluruh medali yang terbanyak.

Pada kesempatan ini, putera-puteri Indonesia mempersembahkan bagi tanah air: 6 medali emas (2 di bidang Fisika, 1 di bidang Computer Sciences dan 3 di bidang Ekologi), 1 medali perak (di bidang Ekologi), 3 medali perunggu (2 di bidang Ekologi dan 1 di bidang Matematika). Ke 10 (sepuluh) karya penelitian yang dibawakan oleh Tim ICYS Indonesia, semuanya memperoleh medali penghargaan, suatu prestasi yang sangat membanggakan, dan baru pertama kali terjadi dalam sejarah keikutsertaan Indonesia dalam ICYS.

Prestasi ini diikuti oleh Tim Jerman dengan perolehan 3 medali emas, 4 perak dan 2 perunggu, lalu Tim Belanda dengan 3 medali emas, 1 perak dan 2 perunggu, dan kemudian Tim Amerika Serikat dengan 3 medali emas, disusul Tim Rusia dan Tim Polandia yang masing2 meraih 2 medali emas dan beberapa perak dan perunggu.

Tahun ini adalah kelima kalinya tim Indonesia turut berpartisipasi dalam ICYS, lomba mempresentasikan hasil penelitian siswa sekolah menengah tingkat internasional yang bergengsi, yang mana tahun ini ICYS ke-16 dilaksanakan di Pszczyna, Polandia, 24-29 April 2009. Tahun ini juga adalah pertama kalinya Tim Indonesia meraih medali emas, dan tidak hanya satu, bahkan enam medali emas.

Berikut adalah nama-nama siswa/i tim ICYS Indonesia beserta judul karya penelitiannya masing2, serta mitra penelitian mereka yang tidak turut berangkat ke Pszczyna:

NO

NAMA

BIDANG

PENGHARGAAN

JUDUL KARYA ILMIAH

SEKOLAH

1

Guinandra Lutfan Jatikusumo

Physics

Medali Emas

Electrostatic Precipitator as The Solution of Military Tanks’ Smoke Negative Effects

SMA Taruna Nusantara, Magelang

2

Idelia Chandra

Physics

Medali Emas

Balinese Gamelan:

A Brainwave Synchronizer?

SMA St. Laurensia, Tangerang

Christopher Alexander Sanjaya (tidak ikut ke Pszczyna)

3

Nugra Akbari

Computer Science

Medali Emas

M-Batik : The Computation of Indonesia’s Dying Traditional Batik Design

SMA Global Mandiri, Jakarta

4

Vincentius Gunawan

Ecology

Medali Emas

Biological Control Using Trichogramma japonicum as Egg Parasite

SMP Petra 3, Surabaya

Fernanda Novelia

5

Gabriella Alicia Kosasih

Ecology

Medali Emas

Saccharomyces Sp. : An Agent for Remedy of Oil Pollution

SMA St. Laurensia, Tangerang

Teresa Maria Karina (tidak ikut ke Pszczyna)

6

Jessica Karli

Ecology

Medali Emas

Durian to Fight Mosquito

SMA Cita Hati, Surabaya

Yosephine Livia Pratiknyo (tidak ikut ke Pszczyna)

7

Dwiky Rendra Graha Subekti

Ecology

Medali Perak

Durian Seeds As Raw Material For Ketchup Sauce And Crisp

SMA St. Theresiana 01, Semarang

8

I Made Rayo Putra Indrawan

Mathema-tics

Medali Perunggu

Fun With Mathematics Using Hamming Code on Birthdate Guesser

SMA Petra 2, Surabaya

Andika Setia Budi (tidak ikut ke Pszczyna)

Steven Marcellino (tidak ikut ke Pszczyna)

9

Lydia Felita Limbri

Ecology

Medali Perunggu

The Effect Of Myrmelleon SP On Blood GlucoseLevel Of Rats

SMA St. Laurensia, Tangerang

Allen Michelle Wihono

10

Melissa Nadia Natasha

Ecology

Medali Perunggu

The Effects Of Mangostin On The Spermatogenesis Of Male White Mice

SMA St. Laurensia, Tangerang

Terrenz Kelly Tjong (tidak ikut ke Pszczyna)

Peserta termuda adalah pasangan Vincentius Gunawan dan Fernanda Novelia yang masing-masing belum berusia 15 tahun dan masih bersekolah di kelas VIII (2 SMP), peraih medali emas di bidang Ekologi.

Seluruh aktifitas persiapan ICYS dilakukan dibawah naungan Surya Institute—yang diketuai oleh Prof Yohanes Surya, PhD, yang juga adalah representatif ICYS di Indonesia—dimana penanggung jawab harian untuk persiapan pelaksanaan, bimbingan dan pemberangkatan Tim Indonesia adalah Monika Raharti MSi, yang saat ini menjabat dosen di Jurusan Fisika, Universitas Katolik Parahyangan. Monika Raharti MSi juga sekaligus menjabat Team Leader memimpin Tim Indonesia ke ICYS di Pszczyna, didampingi oleh Janto Sulungbudi SSi. Penelitian siswa/i dalam bidang Fisika dan Matematika dilakukan dibawah bimbingan Jurusan Fisika Unika Parahyangan Bandung, bidang Computer Sciences dibawah bimbingan Bandung Fe Institute di Bandung, sedangkan bidang Ekologi dibawah bimbingan DR. Ir. Moh. Hasroel Thayib, APU.

ICYS adalah ajang yang memperlombakan presentasi hasil penelitian di bidang ilmu Fisika, Matematika, Ilmu Komputer dan Ekologi, dalam bahasa Inggris, dari dan oleh anak-anak muda berusia 14-18 tahun, dan bertaraf internasional. Lomba ini diadakan dengan tujuan membawa misi mendekatkan sains pada generasi muda serta menggali potensi peneliti muda yang kelak dapat berperan dalam penemuan dan pengembangan sains, demi kemajuan teknologi dan pembangunan bangsa di kemudian hari. Lomba ini diadakan setiap tahun di salahsatu negara di Eropa dengan negara peserta dari Eropa, Amerika dan Asia (Indonesia, India, Jepang).

Untuk pertamakalinya dalam sejarah ICYS, pada tahun 2010, sebuah negara Asia akan menjadi tempat diadakannya ICYS: INDONESIA memperoleh kehormatan menjadi tuan rumah penyelenggaraan ICYS yang ke-17, yang akan diselenggarakan di Bali pada tanggal 9-13 April 2010.

Keberhasilan Tim ICYS Indonesia antara lain didukung oleh kelengkapan metoda penelitian para siswa/i peserta dibawah bimbingan dan supervisi tidak saja guru sekolah tetapi juga para team leader dan supervisor bidang masing2; bahasa pengantar (Inggeris) yang dikuasai; dukungan para guru, sekolah dan orang tua yang tetap gigih menumbuhkan semangat penelitian di bidang sains.

Dukungan dari pemerintah melalui Direktorat Mandikdasmen telah memacu semangat anggota tim, demikian pula kehadiran Duta Besar RI untuk Polandia, Bapak Hazairin Pohan, pada upacara pembukaan di Pszczyna. Pada kesempatan tersebut Dubes secara resmi mengundang peserta ICYS untuk hadir pada ICYS 2010 di Bali, Indonesia.

Persiapan Tim Indonesia didukung pula oleh pihak-pihak yang memiliki visi yang sama dalam membangun negara melalui penelitian sains dan teknologi oleh peneliti muda, yaitu Telkom Divre Jawa Timur dan PLN Distribusi Bali dan Jatim.

Selasa, 03 November 2009

Fosil Dinosaurus Terkecil Dipamerkan



Los Angeles: Fosil dari dinosaurus terkecil telah ditemukan di Amerika Utara. Spesies dinosaurus ini hanya memiliki panjang 28 inci atau sekitar 70 sentimeter dan beratnya kurang dari ukuran kelinci. Fosil tersebut telah dipamerkan untuk kali pertama di Museum Los Angeles, Amerika Serikat, belum lama ini.

Tulang-tulang itu ditemukan di Colorado Barat pada akhir 1970-an. Namun, baru-baru ini diidentifikasi dan diberi nama Fruitadens Haagarorum oleh tim ilmuwan internasional. Fosil yang ditemukan di antaranya tengkorak, tulang punggung belakang, lengan, dan kaki dari empat individu dinosaurus. "Kami benar-benar menguji batasan antara ukuran tubuh dinosaurus," ujar Luis Chiappe, direktur museum Dinosaur Institute kepada Reuters. "Berikut ini adalah hewan yang diperkirakan beratnya sekitar dua pon (0,91 kilogram) ketika sudah dewasa penuh."

Dia mengatakan fosil ini benar-benar dinosaurus kecil. "Ini adalah dinosaurus terkecil yang dikenal di Amerika Utara dan salah satu dari dinosaurus terkecil yang pernah ada," tambahnya.(AND)

Berita Terpopuler # Puncak Hujan Meteor Orinoid Terjadi Malam Ini # Menkominfo Targetkan Pengembangan Desa Komputer # Fosil Dinosaurus Terkecil Dipam



Washington: Persiapkan mata Anda untuk menyaksikan hujan meteor Orionid yang sangat indah. National Aeronautics and Space Administration (NASA) mengatakan, waktu yang terbaik untuk melihat hujan meteor dari serpihan-serpihan Komet Halley ini adalah Rabu (21/10) saat matahari terbit waktu Washington, Amerika Serikat, atau Rabu malam waktu Indonesia.

Menurut Bill Cooke dari kantor Meteoroid Environment Office NASA, serpihan debu komet yang menghantam atmosfer itu akan memberikan pemandangan indahnya puluhan meteor yang meluncur setiap jam. Sedangkan untuk menikmati keindahannya, kita tidak memerlukan teleskop, cukup dengan mata telanjang.

Waktu terbaik untuk menyaksikannya di Indonesia antara pukul 01.00 WIB dini hari hingga menjelang subuh. Saat itulah sisi Bumi tempat kita berpijak berada tepat pada jalur orbit, sehingga material di langit akan "tertangkap" atmosfer kita. Walau demikian, beberapa meteor mungkin tampak menjelang tengah malam.

Orionid muncul setiap tahun ketika Bumi mengorbit melalui area yang dipenuhi puing-puing komet kuno. Biasanya, hujan komet menghasilkan 10 hingga 20 meteor per jam. Namun beberapa tahun terakhir, hujan meteor tampak lebih lebat dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Cooke menambahkan, sejak 2006 Orionid telah menjadi salah satu hujan meteor terindah lantaran memperlihatkan lebih dari 60 meteor per jam. Menurut ahli meteor Jepang, Mikiya Sato and Jun-ichi Watanabe, jika pada Rabu pemandangan hujan meteor ini tertutup awan, maka cobalah kembali melihat pada 22 atau 23 Oktober.

Sinar meteor sangat dekat jaraknya dengan garis khatulistiwa. Sehingga, pengamat di kedua belahan bumi bisa menikmati pemandangan yang indah tersebut dengan jelas. Ditambah lagi Bulan yang tak muncul di langit sebelum fajar menyingsing. Kendati demikian, terang cahaya bulan pun tak akan menjadi masalah.

Tak hanya itu, layar angkasa pun akan dibingkai oleh indahnya bintang dan planet yang menghiasi langit malam. Selain Orionid, Anda juga dapat menyaksikan cemerlangnya Planet Venus dan Mars, rasi bintang Sirius, Orion, Gemini serta Taurus. Bahkan jika hujan meteor tak terlihat, pemandangan langit yang ada saja sudah menakjubkan bukan.(AYB)

Pengguna Ponsel Berisiko Tumor Otak

Washington DC: Percaya atau tidak sebuah penelitian mengungkap, pengguna telepon seluler menghadapi risiko lebih besar terserang tumor otak. Fakta ini mengemuka dalam sebuah laporan media yang dilansir ANTARA, Kamis (15/10). Meski demikian, sejauh ini tak ada petunjuk pasti mengenai risiko yang dihadapi pengguna telepon genggam. "Kami tak dapat membuat kesimpulan pasti mengenai ini," kata Dr Deepa Subramaniam, Direktur Brain Tumor Center di Georgetown Lombardi Comprehensive Cancer Center di Washington DC, AS.



Percaya atau tidak sebuah penelitian mengungkap, pengguna telepon seluler menghadapi risiko lebih besar terserang tumor otak. Fakta ini mengemuka dalam sebuah laporan media yang dilansir ANTARA, Kamis (15/10). Meski demikian, sejauh ini tak ada petunjuk pasti mengenai risiko yang dihadapi pengguna telepon genggam. "Kami tak dapat membuat kesimpulan pasti mengenai ini," kata Dr Deepa Subramaniam, Direktur Brain Tumor Center di Georgetown Lombardi Comprehensive Cancer Center di Washington DC, AS.

Berbeda dengan Joel Moskowitz, penulis senior studi itu. Direktur di Center for Family and Community Health di University of California, Berkeley ini mengatakan risiko itu ada. "Saya takkan mengizinkan anak-anak menggunakan telepon selular, atau saya setidaknya akan mengharuskan mereka menggunakan perangkat headset terpisah," kata Moskowitz.

Lebih jauh Moskowitz menjelaskan, para peneliti mendapati penggunaan ponsel selama satu dasawarsa atau lebih mengakibatkan peningkatan 18 persen risiko tumor otak. Kemungkinan besar hal itu muncul di bagian tempat telepon digunakan. Disamping itu Moskowitz, sebagaimana dilaporkan kantor berita resmi China, Xinhua, percaya ada potensi bahaya di bagian lain tubuh. Satu di antaranya di bagian aurat ketika telepon ditaruh di saku celana. Ia memperingatkan untuk terus meneliti lebih menyeluruh.

Tahun lalu, Lembaga Pengawasan Obat dan Makanan AS menyerukan penelitian lebih lanjut mengenai risiko yang ditimbulkan penggunaan telepon selular untuk waktu lama. Lembaga mendesak agar penelitian seperti itu dipusatkan pada kesehatan anak, wanita hamil, dan janin serta pekerja yang menjadi sasaran pajanan (exposure) tinggi dalam pekerjaan.(ARV)

Tenaga Surya, Harapan Baru untuk Penduduk Terisolasi


Seorang pelopor proyek energi surya menggunakan teknologi hijau tersebut untuk meningkatkan kehidupan penduduk desa yang terisolasi dan di luar jangkauan jaringan listrik seperti di kawasan Andes, Argentina. Mereka selama ini mengandalkan kayu bakar untuk memasak dan menghangatkan rumah mereka selama berabad-abad. Akibatnya, terjadi penggundulan hutan dan erosi tanah.

Sekarang penduduk yang sebagian besar berprofesi sebagai penggembala Llama (hewan mamalia sejenis unta) tersebut memasak dengan menggunakan kompor tenaga surya dan menyediakan air panas untuk mandi dengan tenaga surya. Hal ini sebagai bagian dari proyek yang dipimpin oleh LSM lokal, EcoAndina Foundation.

"Kami menggunakan kompor tenaga surya setiap hari dan bekerja dengan baik. Anda dapat memasak sup atau apapun yang Anda inginkan. Ini tidak buruk sama sekali, saya kira justru hal itu memberikan hasil yang baik," ujar Julian Martinez, seorang pencari emas kepada Reuters ketika ia tengah mengaduk sepanci sup pada piring aluminium.

Dengan menggunakan alat penunjuk waktu dengan bantuan sinar matahari, kompor tenaga surya ini dihadapkan pada sinar matahari yang paling panas dan dapat membakar sehelai kertas dalam hitungan detik. Kompor itu terbukti populer sebab berhasil menyelamatkan penduduk di Provinsi Jujuy, Argentina, yang selalu mengumpulkan kayu bakar ataupun membeli tabung gas alam yang mahal.

"This Is It" Peringkat Teratas di Dunia

Film dokumenter mendiang Raja Musik Pop Michael Jackson berada pada peringkat ke satu di seluruh dunia. Menurut distributor Columbia Pictures di Los Angeles, Amerika Serikat, baru-baru ini, film bertajuk This Is It itu berpenghasilan sebesar US$ 101 juta atau sekitar Rp 963 miliar dalam lima hari, sejak pemutaran perdananya pada 28 Oktober silam. Dari angka itu, penonton bioskop dari Amerika Serikat dan Kanada menyumbangkan sebesar US$ 32,5 juta (Rp 310 miliar).

Mulanya, industri tersebut meramal film ini akan menghasilkan setidaknya US$ 40 juta atau sekitar Rp 381 miliar pada saat menjelang pemutaran perdananya. Namun belakangan tercatat, penghasilan film mengenai rekaman latihan konser pelantun Beat It itu di luar perkiraan Columbia Pictures. Semula mereka berharap hanya akan memperoleh US$ 30-40 juta pada pembukaan perdana film tersebut.

"Film ini akan ditayangkan di seluruh dunia. Kami sangat senang dengan hasil di dalam negeri, dan gembira dengan hasil di seluruh dunia," ujar Rory Bruer, president distribusi Columbia, orang tua Sony Corp di seluruh dunia kepada Reuters.

Sampai saat ini, penghasilan pemutaran film This Is It di Jepang sudah mencapai US$ 10,4 juta, Inggris dengan US$ 7,6 juta, Jerman meraih US$ 6,3 juta, Prancis dengan US$ 5,8 juta. Sementara dari Australia tercatat US$ 3,6 juta dan Cina memperoleh US$ 3,2 juta.(EPN)